Yapp, ini adalah pilihan yang tepat, aman, dan ideal kok...
Wajar kok kalau Ayah Bunda masih ragu. Melihat tubuhnya yang masih mungil dan lucu, rasanya ga tega aja gituu...
Tapi menunda sunat hingga usia SD atau lebih justru sering kali memicu drama loh Ayah Bunda.
Apa aja sih dramanya?
FAKTA MEDIS
1
Pembuluh darah pada bayi masih sangat kecil dan elastis, sehingga risiko perdarahan pasca-tindakan jauh lebih rendah dibanding anak usia sekolah. Selain itu, sunat secara medis menurunkan risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat kondisi fimosis (kulup mampet) hingga 90%.
2
Bayi berada dalam fase pertumbuhan paling pesat dalam hidupnya. Hormon regenerasi sel mereka sedang tinggi-tingginya. Hasilnya? Jaringan kulit yang terpotong akan menutup dan sembuh total hanya dalam hitungan hari.
3
Bayi belum memiliki memori jangka panjang untuk merekam rasa takut dari prosedur medis. Mereka tidak akan mengalami anxiety (kecemasan) sebelum tindakan. Begitu selesai dan diberi ASI, mereka bisa langsung tenang dan lupa.
4
Bayi belum bisa merangkak atau berlari. Mereka tidak akan sengaja menggaruk, membentur, atau mematangkan luka sunatnya. Cukup dipakaikan popok longgar, luka akan aman dari gesekan mekanis.
Kami mengerti kekhawatiran terbesar Ayah Bunda adalah melihat si kecil rewel. Oleh karena itu, kami menggunakan metode sunat yang,
Kami menggunakan lem medis sebagai pengganti jahitan sehingga tidak terjadi luka bekas jahitan
Luka khitan tidak perlu diperban sehingga luka menjadi lebih cepat sembuh dan bisa rawat jalan
Luka khitan umumnya sembuh pada 7-14 hari.

SunatLem
Center
Sunatlem Center adalah tempat yang menyediakan layanan khitan menggunakan metode lem medis sebagai pengganti jahitan dan dikerjakan tenaga ahli di bidangnya.
© 2026 SunatLem Center. All rights reserved